CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Mata uang Garuda kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), melanjutkan penurunan sehari sebelumnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,19% ke posisi Rp18.145/US$, dibandingkan penutupan Senin (26/10/2026) di Rp18.110/US$.

Posisi tersebut semakin mendekati rekor penutupan terlemah rupiah sepanjang masa di Rp18.170/US$ pada 8 Juni 2026. Kini, rupiah hanya berjarak 25 poin dari level tersebut.

Sejak pembukaan perdagangan, rupiah sudah berada di zona merah dengan melemah 0,06% ke Rp18.120/US$. Sepanjang hari, rupiah bergerak dalam rentang Rp18.120-Rp18.155/US$, sebelum mengakhiri perdagangan 10 poin lebih kuat dari posisi terlemah hariannya.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,16% ke posisi 102,122.

Penguatan indeks dolar AS kembali mempersempit ruang gerak rupiah. Dolar mendapat dukungan dari pelemahan euro, sementara pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pekan ini.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan dua hari yang berakhir Rabu waktu AS atau Kamis dini hari WIB. Namun, pasar masih memperhitungkan kemungkinan pengetatan lanjutan sebelum tahun berakhir.

Berdasarkan CME FedWatch pada Senin, peluang setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga Desember berada di sekitar 73%. Ekspektasi tersebut membantu menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar AS.

Selain keputusan The Fed, investor menantikan data pesanan barang tahan lama dan kepercayaan konsumen AS pada Selasa. Setelahnya, data pertumbuhan ekonomi kuartal III serta inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE September dijadwalkan dirilis pada Kamis.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Elvan Widyatama. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda