RI Seharusnya Masuk 12 Besar Ekonomi Dunia, Ini yang Menghambat

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia disebut jauh lebih besar dari angka produk domestik bruto (PDB) yang tercatat, jika aktivitas di pasar abu-abu (grey market) bisa masuk ke dalam sistem perekonomian.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djojohadikusumo dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Hashim menyebut PDB Indonesia tercatat sekitar Rp25.000 triliun, angka yang diakui IMF, Bank Dunia, Bank Indonesia, dan pemerintah. Namun, menurut dia, ukuran ekonomi sebenarnya lebih besar karena banyak kegiatan yang tidak tercatat.
"Menurut Bank Dunia, kurang lebih 35-40% kegiatan ekonomi di Indonesia tidak tercatat," ujar Hashim.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313798/original/021402000_1785682040-AP26212040734263.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284616/original/095361400_1604313216-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380390/original/005145200_1792679666-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli-22_oktober_2026a.jpeg)