Liputan6 Bacaan 2 menit

Tekanan Biaya Hidup, Warga Jepang Tak Lagi Belanja di Minimarket

Tekanan Biaya Hidup, Warga Jepang Tak Lagi Belanja di Minimarket
Warga berdiri di depan papan elektronik yang menampilkan nilai tukar yen Jepang dan dolar AS. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Kana Sekiya (43) dulunya sering mampir berbelanja di minimarket dekat stasiun kereta saat pulang kerja di Tokyo. Kini, setiap akhir pekan ia rela mengemudi lebih dari 30 menit ke supermarket yang memberi diskon untuk membeli kebutuhan pokok secara grosir. Ia adalah satu dari sekian banyak konsumen yang mulai mengubah kebiasaan belanja seiring melonjaknya harga barang.

"Saya sudah benar-benar berhenti belanja di minimarket karena biaya hidup yang terus naik," ujarnya dikutip The Business Times, Jumat (30/10/2026).

Perubahan gaya hidup Sekiya bukan sekadar ancaman bagi bisnis minimarket (conbini) di Jepang yang dulunya sangat tangguh. Fenomena ini juga menjadi sinyal mengkhawatirkan bagi perekonomian negara tersebut, yang baru saja keluar dari periode deflasi berdekade-dekade.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda