RI Kalah dari Kamboja soal Penerimaan Negara, Ternyata Ini Sebabnya!

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dinilai masih tertinggal dari Kamboja dalam mengumpulkan penerimaan negara. Hal ini diungkap oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djojohadikusumo dalam Rapimnas Kadin, Kamis (29/10/2026).
Ia menyebut rasio penerimaan negara Indonesia baru sekitar 12% dari produk domestik bruto (PDB), sedangkan Kamboja mencapai 18%.
Hashim menilai kesenjangan tersebut menunjukkan besarnya potensi penerimaan negara yang belum tergali. Jika Indonesia mampu mencapai rasio penerimaan seperti Kamboja, tambahan penerimaan negara diperkirakan bisa mencapai Rp1.500 triliun per tahun.
Menurut Hashim, persoalan Indonesia bukan semata-mata keterbatasan kemampuan ekonomi, melainkan lemahnya pemungutan penerimaan negara, baik yang berasal dari aktivitas ekonomi tercatat maupun yang belum tercatat.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Robertus Andrianto. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385843/original/088951000_1793272788-1000490140.jpg)

