Liputan6 Bacaan 1 menit

Hashim: Tax Ratio Indonesia Kalah dari Kamboja

Hashim: Tax Ratio Indonesia Kalah dari Kamboja
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, menilai rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (tax ratio) Indonesia saat ini masih sangat rendah, yakni berada di kisaran 12%.

Hashim mengalkulasi, Indonesia berpotensi mengantongi tambahan penerimaan negara hingga Rp 1.500 triliun per tahun jika tax ratio nasional berhasil dikerek naik menjadi 18%, setara dengan pencapaian Kamboja.

Menurut Hashim, minimnya tax ratio mencerminkan belum optimalnya penyerapan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Padahal, lonjakan penerimaan sangat krusial untuk memperkuat kapasitas fiskal pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan strategis.

"Kalau kita bandingkan dengan Kamboja, negara yang secara pendapatan per kapita berada di bawah Indonesia, selisih tax ratio kita mencapai 6% (antara 18% dan 12%).

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda