Presiden Ketahuan Konsultasi dengan AI Sebelum Serang Negara Lain

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengawasan terhadap penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan pemerintahan Amerika Serikat menjadi sorotan tajam. Dilaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui meminta saran dari sistem kecerdasan buatan Grok milik Elon Musk sebelum memutuskan untuk mengirim pasukan ke Venezela untuk menculik Nicolas Maduro.
Anggota parlemen dari partai Demokrat melontarkan kekhawatiran besar terkait praktik ini. Mereka menanyakan apakah saran yang diberikan oleh sistem AI tersebut dapat dipercaya, apakah memiliki kecenderungan tertentu, dan apakah keputusan penting negara sebesar itu diambil berdasarkan masukan dari teknologi yang belum sepenuhnya teruji.
Dalam surat ke Trump yang dikutip Politico, dua anggota DPR AS yaitu Jamie Raskin dan Robert Garcia meminta agar Trump menyimpan "semua prompt" yang ia kirim ke chatbot AI, termasuk ke Grok, OpenAI, ChatGPT, dan Claude saat menjalankan tugas konstitusional beserta…
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.



