Pernyataan Lengkap Pertemuan Menlu RI dan Menlu Singapura

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penguatan kerja sama bilateral, serta persiapan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan kedua menlu di Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (27/10) sore.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Arrmanatha (Tata) mengatakan RI dan Singapura memiliki hubungan yang cukup matang untuk membicarakan perbedaan pandangan. Menurut Tata, kedua negara perlu menyelesaikan perbedaan secara konstruktif, dengan tetap "menghormati proses domestik, kerangka hukum, dan situasi nasional masing-masing".
"Menjadi tetangga yang baik bukan sekadar slogan, melainkan wujud dari tanggung jawab dan rasa hormat bersama," kata Tata dalam pernyataan bersama Vivian.
Ia menegaskan kekuatan Indonesia juga berkaitan dengan kekuatan negara-negara tetangga dan kawasan. Karena itu, Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan Singapura dalam berbagai bidang, baik bilateral, regional, maupun multilateral.
Terkait isu bilateral, kedua negara sepakat mengenai pentingnya memperkuat hubungan bilateral. Kedua menteri juga sepakat memperkuat saluran komunikasi melalui jalur tingkat menteri maupun pejabat senior.
Selain itu, kedua negara akan meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama perdagangan dan investasi, serta mempererat hubungan antar masyarakat guna semakin mempererat rasa saling percaya di antara kedua negara.
Dalam kerja sama regional, Tata menyatakan Indonesia mendukung penuh keketuaan Singapura di ASEAN pada 2027. Ia berharap kedua negara dapat menjaga persatuan, sentralitas, dan ketahanan ASEAN agar organisasi tersebut semakin efektif, efisien, dan relevan bagi masyarakat kawasan.
Terkait kerja sama multilateral, Tata menekankan pentingnya reformasi multilateral dan menyampaikan pokok-pokok diskusi dari kunjungan Sekretaris Jenderal PBB.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



