Pemilik Mobil EV Catat! Asuransi Terima Sederet Kasus Klaim Ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan asuransi mobil listrik berjalan seiring maraknya kepemilikan electric vehicle (EV) di Indonesia. Hal ini pun tidak terlepas dari risiko klaim asuransi yang membayangi penggunaannya. President Director & CEO Oona Insurance Indonesia (ABDA) Vincent C. Soegianto mengatakan, sekitar 90% klaim kecelakaan mobil melibatkan kerusakan pada bumper depan dan belakang. Sementara kompartemen utama mobil EV terletak di tengah, sehingga pobabilitas kerusakan sparepartnya lebih rendah dari mobil bensin. Namun, sekalinya kerusakan terjadi di kompartmen utama mobil EV, harga suku cadang kendaraan listrik yang lebih mahal dan ketersediaannya yang masih terbatas turut meningkatkan biaya perbaikan dibandingkan mobil ICE. "Walaupun percentage kecelakannya sama, tapi kalau nabrak untuk perbaikannya EV lebih mahal," kata Vincent di Konferensi Pers, di Jakarta, Rabu, (4/11/2026).
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Mentari Puspadini. Hak cipta artikel milik penerbit.



