CNN Indonesia Bacaan 3 menit

'Party' ala Kanye West di Jakarta, Musik Tanpa Basa-basi

'Party' ala Kanye West di Jakarta, Musik Tanpa Basa-basi
Review konser: Kanye West membuktikan bahwa baginya, konser adalah sepenuhnya pertunjukan musik, bukan ajang basa-basi. (AFP/Yasin Akgul)

Kanye West membuktikan bahwa baginya, konser adalah sepenuhnya pertunjukan musik, bukan ajang basa-basi.

Dalam konser Ye Live Concert Tour yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 24 Oktober 2026, Kanye yang sambil berdiri di atas 'dunia' mewujudkan kerinduan penggemar karya-karyanya.

Konser itu terbilang spesial bagi penggemar musik Kanye West dan musik hip-hop. Konser itu adalah satu-satunya di Asia-Pasifik, dan digelar sebagai bagian dari tur perdana dalam 10 tahun terakhir.

Selama 10 tahun tanpa tur dan jumpa penggemar, hidup Kanye West memang penuh dinamika, sorotan, yang membuat berbagai negara memboikot musisi tersebut.

Namun itu jadi peluang dan rezeki buat Indonesia yang tampak tidak bermasalah dengan segala kontroversinya. Kanye untuk pertama kalinya datang ke Jakarta, melewatkan kota 'favorit' tur dunia seperti Singapura, Bangkok, atau pun Kaohsiung.

SUGBK pun menjadi arena yang mewujudkan gagasan Bhinneka Tunggal Ika. Penggemar Kanye dari berbagai negara, bangsa, warna kulit, bersatu di bawah 'komando' Ye yang membawakan 37 lagu dalam penampilan berdurasi 2 jam, termasuk berbagai hit ternama seperti Stronger, Flashing Lights, dan Famous.

Sebelum lampu meredup dan pertunjukan dimulai, para penggemar dengan antusias menyerukan nama "Yeezy" sebagai bentuk dukungan. Konser dibuka dengan medley Dark Fantasy dan Waves.

Kapasitas SUGBK yang tak penuh terisi sebenarnya jadi keuntungan bagi penggemar. Ruang untuk mengekspresikan diri menjadi lebih luas. Bahkan sebagian dari penggemar bebas melakukan mosh pit sesuka hati.

Aksi mosh pit jelas tak bisa dilewatkan, apalagi diiringi musik favorit dan sajian visual ikonis yang jadi sorotan paling tak terlupakan dalam acara ini.

Sejumlah sajian visual itu berupa permainan cahaya laser bentuk burung pemakan bangkai yang merujuk album Vultures (2024), serta pertunjukan kembang api yang tersinkronikasi sejak awal.

Lanjutkan membaca di CNN Indonesia

Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh Jazmine Rowe. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda