Ojol Terjerat Utang Buat Sambung Hidup, Pakar Sorot Status Jadi UMKM

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas pengemudi ojek online (ojol) ternyata masih menguji daya tahan finansial mereka di tengah persoalan keuangan yang membelit. Pendapatan yang pas-pasan memaksa banyak pengemudi berutang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan sebagian di antaranya terjerat pola gali lubang tutup lubang untuk melunasi utang sebelumnya.
Temuan tersebut terungkap dalam survei Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) mengenai Kondisi Ekonomi dan Kepemilikan Utang Pengemudi Ojek Daring. Riset yang melibatkan 531 pengemudi ojol di 51 kabupaten/kota pada 23-27 Agustus 2026 itu mencatat sebanyak 90,96% responden memiliki utang atau cicilan yang berjalan.
Di sisi lain, daya tangguk pendapatan pengemudi masih sangat terbatas. 000 per hari. 000 per hari setelah dipotong komisi aplikasi dan biaya operasional seperti bahan bakar minyak (BBM), makan-minum, serta kuota internet.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Intan Rakhmayanti. Hak cipta artikel milik penerbit.



