Pencurian Terbesar Dalam Sejarah, FBI Ungkap Jejak Korea Utara

Jakarta, CNBC Indonesia - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengonfirmasi kelompok peretas (hacker) asal Korea Utara sebagai pihak yang diduga berada di balik aksi pencurian aset kripto senilai US$6,3 miliar atau sekitar Rp114 triliun dari bursa Binance.
Aksi pembobolan yang terjadi hanya dalam hitungan menit tersebut dinilai sebagai kasus pencurian aset kripto terbesar sepanjang sejarah.
FBI menyatakan serangan siber tersebut berkaitan erat dengan aktivitas siber berbahaya yang dilancarkan oleh kelompok bernama TraderTraitor. Kelompok yang sama sebelumnya juga diduga menjadi otak di balik aksi peretasan bursa kripto Bybit senilai US$1,5 miliar pada tahun lalu.
Guna mempersempit ruang gerak pelaku, FBI mengimbau bursa kripto, perusahaan analisis blockchain, dan pemangku kepentingan terkait untuk memblokir seluruh transaksi yang terhubung dengan sejumlah alamat dompet digital (wallet address) yang teridentifikasi.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Intan Rakhmayanti. Hak cipta artikel milik penerbit.



