CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Nasib Ojol Makin Memprihatinkan, Hidup Gali Lubang Tutup Lubang

Nasib Ojol Makin Memprihatinkan, Hidup Gali Lubang Tutup Lubang
Foto: Pengemudi ojek daring (ojol) melintasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Kamis (29/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan pemerintah yang mendorong pengemudi ojek online (ojol) masuk ke dalam skema Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperluas akses kredit berisiko menjadi sorotan. Studi terbaru mengungkapkan fakta pahit, yakni mayoritas pengemudi ojol terjerat utang bukan untuk mengembangkan modal usaha, melainkan demi menutupi kebutuhan harian yang tak tercukupi dari pendapatan harian.

Laporan dari Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) bertajuk "Di Bawah Bayang-Bayang Jerat Utang", membeberkan bahwa sebanyak 90,96% pengemudi ojol saat ini menanggung beban utang atau cicilan yang masih berjalan.

Potret ekonomi ini memperlihatkan fenomena rapuhnya kesejahteraan para pekerja platform di Indonesia. Di tengah tarif yang makin ketat dan tingginya potongan aplikasi serta biaya operasional, utang telah bergeser fungsi dari instrumen pembiayaan menjadi cara utama pengemudi untuk bertahan hidup (survival mechanism).

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda