Mantan Bawahan Tak Kaget Bos Besar Disadap Diam-Diam, Ini Alasannya

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika OpenAI mengumumkan penemuan alat perekam tersembunyi yang ditanam di ruang rapat bos-bos pada Oktober lalu, sejumlah mantan karyawan tidak terkejut.
Jauh sebelum OpenAI meluncurkan ChatGPT pada akhir 2022, jajaran staf internal telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran terkait lemahnya sistem keamanan siber perusahaan.
Berdasarkan laporan Reuters, dikutip Rabu (4/11/2026), para karyawan telah menyampaikan peringatan tersebut kepada jajaran pimpinan tertinggi OpenAI hingga dewan direksi. Namun, manajemen dinilai lebih berfokus mengejar kecepatan inovasi demi menyaingi rival seperti Google dan Anthropic ketimbang memperketat sistem keamanan.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan aset teknologi AS. Kendali keamanan OpenAI yang terlampau longgar dinilai mempermudah pihak luar, termasuk agen intelijen asing, untuk meretas rincian teknis proyek sensitif perusahaan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420855/original/004036200_1763814357-Apple_Umumkan_45_Finalis_App_Store_Awards_2025__A_Space_for_the_Unbound_Jadi_Wakil_Indonesia.png)

