Terungkap Modus Maling Curi Uang Triliunan Lewat Wawancara Kerja

Jakarta, CNBC Indonesia - Peretas yang diduga terkait dengan Korea Utara menggunakan modus wawancara kerja palsu untuk mencuri aset senilai US$6,3 miliar (sekitar Rp114 triliun) dari bursa kripto raksasa, Binance.
Para pelaku menjalankan serangan siber secara bertahap dengan memanfaatkan perangkat lunak berbahaya (malware) yang disamarkan sebagai alat pengembangan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Binance menyebut serangan tersebut sebagai kampanye canggih yang melibatkan beberapa tahapan terstruktur. Dalam laporan insiden yang dirilis resmi, perusahaan mengungkapkan para peretas memanfaatkan proses rekrutmen palsu untuk menyusup ke dalam perangkat milik karyawan.
Serangan bermula pada Juni lalu. Seorang staf yang bertugas mengembangkan dompet kripto (crypto wallet) Binance tanpa sengaja memasang perangkat AI yang telah dimodifikasi dan disusupi malware.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Intan Rakhmayanti. Hak cipta artikel milik penerbit.



