Modus Beras Oplosan, Saat Subsidi Jadi Ladang Cuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384544/original/055190300_1793175418-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_13.00.56.jpeg)
Dugaan pengoplosan beras SPHP tidak hanya merugikan pemerintah dari sisi penyaluran subsidi. Praktik tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen serta mengganggu upaya menjaga stabilitas harga beras nasional.
Program SPHP dirancang untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menahan gejolak harga di tingkat konsumen.
Namun, ketika beras bersubsidi diduga diubah menjadi produk premium, tujuan program tersebut berpotensi melenceng. Beras yang seharusnya dijual dengan harga lebih murah justru dipasarkan kembali dengan harga lebih tinggi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai praktik tersebut dapat menciptakan distorsi pasar. Selain menghilangkan manfaat subsidi, penyalahgunaan itu juga berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap harga dan ketersediaan beras.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380292/original/081701100_1792665875-IMG_5412.jpeg)