Hari Oeang: Masa Depan Uang Tunai di Era QRIS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)
Bagi David, uang tunai tetap penting untuk masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). "Uang tunai menjadi jaring pengaman inklusi keuangan bagi jutaan warga yang belum tersentuh perbankan (unbanked)," ujarnya.
Ia menambahkan, uang tunai adalah ultimate backup saat gangguan jaringan massal atau bencana alam. Riefky sepakat, tetapi dengan catatan, "Iya, tapi tidak besar."
"Indonesia saat ini baru siap secara parsial menuju masyarakat minim uang tunai (less-cash society)," kata David. Regulasi, kebijakan moneter, dan infrastruktur makro dinilainya relatif siap, tercermin dari ekspansi QRIS.
Namun, David menilai Indonesia belum siap menjadi cashless society secara total akibat kesenjangan infrastruktur antara wilayah urban dan rural, serta rendahnya indeks literasi digital di lapisan bawah.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Thurfah Mahira Ahnaf. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976575/original/043509500_1441279137-harga-emas-7.jpg)
