Menhut Ungkap Sulitnya Evakuasi Helikopter Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390815/original/090338300_1793861398-helikopter_jatuh_di_kalteng.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan sejumlah kendala dalam proses evakuasi Helikopter Mi-17V5 yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Raja Juli mengatakan, kondisi air yang sangat keruh dan berlumpur membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas.
Saat penyelaman sebelumnya, para penyelam bahkan tidak dapat melihat badan helikopter dan hanya mengandalkan perabaan untuk mengenali objek di dalam air.
“Jadi kendalanya ini yang harus disampaikan. Pertama memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasuki (penyelam), sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut,” ujar Raja Juli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Raynaldo Ghiffari Lubabah. Hak cipta artikel milik penerbit.



