Lebih Murah dari Litium, Baterai Ini Dapat Keistimewaan di China
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387909/original/024747200_1793587801-IMG_5448.webp)
Liputan6.com, Jakarta - China kembali mengambil langkah strategis untuk mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi. Kali ini, pemerintah negara tersebut memberikan insentif berupa pembebasan pajak bagi baterai natrium-ion (sodium-ion) guna mendorong pengembangan kendaraan listrik, khususnya untuk kebutuhan komersial.
Dikutip dari CarNewsChina, Senin (2/11/2026), kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya China dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik komersial dengan target kapasitas mencapai 10 GWh.
Insentif fiskal ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi baterai alternatif sekaligus memperkuat rantai pasok industri kendaraan niaga ramah lingkungan.
Baterai natrium-ion diproyeksikan menjadi salah satu teknologi penting untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi armada komersial. Teknologi ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan baterai berbasis litium, terutama dari sisi ketersediaan bahan baku dan biaya produksi.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Luthfi Naufal Aqilah. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4987804/original/062232600_1730458226-WhatsApp_Image_2024-11-01_at_17.34.06_e9fa02d8.jpg)


