Inflasi Makan dan Minum Kian Besar, Awas Gaji Tergerus Kebutuhan Pokok

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan ekonom memberikan penjelasan mengenai makna dibalik fenomena terjadinya inflasi pada kelompok pengeluaran makanan, minimum dan tembakau hingga deflasi pada perawatan pribadi dan jasa lainnya selama dua bulan berturut-turut.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman mengatakan fenomena ini belum cukup untuk menyimpulkan terdapat pergeseran konsumsi dari kebutuhan tersier ke primer.
Rizal mengatakan inflasi bulanan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,51% pada Oktober 2026 terutama didorong cabai dan tomat, sedangkan deflasi perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,06% terutama dipicu penurunan harga emas perhiasan.
"Oleh karena itu, menyimpulkan masyarakat memangkas konsumsi perawatan pribadi hanya dari deflasi kelompok tersebut merupakan lompatan kesimpulan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Dovana Hasiana. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4939560/original/067603300_1725802667-Harga_tiket_pesawat_domestik_menjadi_mahal-HERMAN_3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388556/original/057361700_1793625551-unnamed__1_.jpg)
