Kronologi Pencurian Terbesar, Uang Rp 114 Triliun Lenyap Seketika

Jakarta, CNBC Indonesia - Pihak Binance buka suara soal kronologi peretasan platformnya. Perusahaan menyebut akses tidak sah berasal dari laptop insinyur tim DevOps.
Laptop tersebut diretas hingga membuat pelaku bisa mendapatkan akses ke kontainer layanan. Kemudian, mereka melakukan transaksi penarikan yang tidak sah, dikutip dari CNBC International, Senin (2/11/2026).
Tak lama kemudian, Co-CEO Binance, Richard Teng, menyebut serangan itu lebih kompleks dibandingkan sekadar penyalahgunaan izin dari seorang insinyur.
Dia juga mengatakan bahwa Binance menangguhkan penarikan dana untuk sementara. Sambil melakukan penangguhan, platform melakukan perbaikan sistem keamanan penarikan dan mencabut otorisasi alamat yang terdampak.
Kejadian ini berdampak pada aset klien senilai US$6,3 miliar atau Rp114,4 triliun, dengan sekitar US$3 miliar (Rp54,4 triliun) di antaranya berhasil dibekukan di blockchain. Kabarnya, deposit tidak terpengaruh saat insiden terjadi.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Novina Putri Bestari. Hak cipta artikel milik penerbit.



