ANTARA Bacaan 1 menit

Hubungan antara stres, kopi, dan gerd di usia muda

Hubungan antara stres, kopi, dan gerd di usia muda
Segelas kaskara, seduhan kulit buah kopi yang dikeringkan lalu dicampur sirup buah. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jakarta (ANTARA) - Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kini makin sering melanda kelompok usia muda, terutama mahasiswa dan pekerja pemula. Maraknya kebiasaan mengonsumsi kopi di tengah tingginya tekanan aktivitas sehari-hari menciptakan kombinasi pemicu yang memperbesar risiko gangguan pencernaan ini.

1. Peran stres dalam memicu gejala GERD

Secara biologis, stres memicu respons fight-or-flight yang mengganggu keseimbangan sumbu otak-usus (brain-gut axis). Saat tubuh mengalami stres kronis, hormon kortisol dan adrenalin meningkat.

Hal ini memicu persepsi hipersensitivitas pada kerongkongan, sehingga paparan asam lambung dalam jumlah kecil sekalipun terasa sangat menyakitkan. Selain itu, stres menurunkan laju pengosongan lambung dan melemahkan tekanan katup kerongkongan bawah (Lower Esophageal Sphincter atau LES), yang memudahkan asam naik ke atas.

Lanjutkan membaca di ANTARA

Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Munifa Husna Haryanti. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda