CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Harga Makanan Minuman di RI Terancam Naik, Ini Biang Keroknya

Harga Makanan Minuman di RI Terancam Naik, Ini Biang Keroknya
Foto: Dua Hari Setelah Penyanderaan, Minimarket di Tangerang Tetap Buka (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri makanan dan minuman (mamin) mulai menghadapi tekanan biaya produksi menjelang akhir 2026. Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai, mengingat ketergantungan industri terhadap bahan baku impor masih cukup besar.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyebut ketidakpastian pergerakan rupiah juga menjadi persoalan tersendiri bagi pelaku usaha. Kondisi ini semakin berat dengan kenaikan biaya pengiriman barang internasional yang membuat rantai pasok industri semakin mahal.

"Ya memang rupiah ini mengkhawatirkan, karena kita tidak tahu sampai seberapa. Ini yang paling penting, karena bagi industri kepastian ini menjadi penting. Oleh sebab itu, kita sangat berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas, bersama BI untuk menjaga stabilitas. Karena terus terang kita harus akui bahwa bahan baku kita masih banyak yang impor.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Ferry Sandi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda