Liputan6 Bacaan 1 menit

Harga Emas Dunia Anjlok Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Harga Emas Dunia Anjlok Usai The Fed Tahan Suku Bunga
Ilustrasi harga emas (Ilustrasi by AI)

Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 1% setelah serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Kenaikan harga energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi. Kondisi tersebut dapat mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Dalam jajak pendapat, analis menurunkan proyeksi harga logam mulia untuk 2026. Pelemahan permintaan, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan dolar yang kuat menjadi sejumlah pertimbangannya. Meski demikian, seluruh logam mulia diperkirakan berpeluang pulih pada 2027.

Dari Asia, impor bersih emas China melalui Hong Kong pada September meningkat lebih dari 28% dibandingkan Agustus, mencapai level tertinggi dalam lima bulan. Kenaikan ini didorong pengisian kembali persediaan menjelang libur Golden Week dan permintaan investor.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda