Di Balik Sarapan Ceban: Penolong Pekerja Berburu Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389144/original/063371800_1793697788-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_16.06.57.jpeg)
Strategi Novi dalam menjaga kualitas rasa rupanya membuahkan hasil manis. Salah satu pelanggan setianya adalah Abian, seorang pekerja kantoran yang rutin membeli sarapan di tempat tersebut ketika menjalani jadwal work from office(WFO).
Bagi Abian, keberadaan lapak sarapan ini menjadi pilihan paling praktis setelah turun dari kereta. Selain lokasinya yang dekat dengan jalur ke kantor, porsi dan rasanya dinilai sangat sepadan dengan harga.
"Dengan harga segitu worth it sih, masuk sama porsinya. Karena buat sarapan kan memang enggak makan begitu banyak juga. Apalagi saya sudah dekat dan kenal sama Ibunya," ungkap Abian.
Kebiasaannya memboyong nasi boks tersebut bahkan menular ke rekan-rekan kerjanya. Tak jarang, Abian menerima titipan pesanan dari teman kantor. "Teman-teman mungkin ngelihat saya sarapan dengan nasi boks ini, jadi suka nitip.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Rachel Aulia. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377507/original/002666400_1792467532-1000479419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389275/original/081441400_1793702788-email-attachment_2026_11_03_immanuel-christian_kssk-ekonomi-ri-diproyeksi-tumbuh-54-55-tekanan-global-meningkat_IMG_8631.jpeg)
