Di Balik Perang Iran, Ada Manuver Besar China di Timur Tengah

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Iran yang mengancam pasokan energi global membuat China mulai meningkatkan manuver diplomatiknya di Timur Tengah, terutama pada Iran dan Oman. Beijing kini bergerak mendekati Teheran dan Muscat, sekaligus mendorong dimulainya kembali perundingan untuk meredakan konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Ali Bagheri Kani, wakil sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, di Beijing pada Senin. Wang menegaskan dialog dan negosiasi tetap menjadi "satu-satunya jalan ke depan" karena konflik di kawasan semakin berlarut-larut dan berisiko meluas.
Dalam pertemuan tersebut, Wang juga menegaskan dukungan Beijing terhadap kedaulatan dan keamanan Iran. China selama ini menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan Israel atas pecahnya konflik.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh tfa. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377507/original/002666400_1792467532-1000479419.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389275/original/081441400_1793702788-email-attachment_2026_11_03_immanuel-christian_kssk-ekonomi-ri-diproyeksi-tumbuh-54-55-tekanan-global-meningkat_IMG_8631.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361598/original/029322800_1790739685-Ketua_DK_LPS_-_Anggito_Abimanyu__1_.jpg)