Dari Bank Digital Favorit hingga Kolaps, Apa yang Salah dengan Ueno Bank Paraguay?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391087/original/021778000_1793871623-AP26308842912984.jpg)
Keruntuhan Ueno Bank menjadi pengingat mengenai pentingnya keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko dalam industri perbankan digital.
Promosi agresif, pertumbuhan jumlah nasabah, dan perluasan jaringan memang dapat meningkatkan popularitas sebuah bank. Namun, indikator tersebut tidak otomatis mencerminkan kualitas aset maupun kecukupan modalnya.
Dalam kasus Ueno, persoalan utama justru ditemukan pada praktik pemberian kredit, pencatatan keuangan, serta kemampuan modal bank dalam menyerap potensi kerugian.
Krisis tersebut juga memicu penyelidikan terhadap sejumlah pejabat bank dan pemerintah. Jaksa menelusuri dugaan pelanggaran kepercayaan dan percobaan penipuan yang melibatkan pengurus serta pihak terkait.
Sebanyak 27 pejabat dan pihak yang berkaitan dengan bank telah menghadapi dakwaan. Enam eksekutif diperintahkan ditahan sambil menunggu persidangan, sementara dua lainnya menjalani tahanan rumah.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391979/original/086632400_1793960375-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_16.54.42.jpeg)

