Liputan6 Bacaan 1 menit

ChatGPT Digugat usai Pasien Epilepsi Meninggal Gara-Gara Hal Ini

ChatGPT Digugat usai Pasien Epilepsi Meninggal Gara-Gara Hal Ini
Ilustrasi ChatGPT. (Photo by Emiliano Vittoriosi on Unsplash)

ChatGPT juga diduga meminta Bowen merahasiakan rencana pengurangan dosis dari dokternya. Menjelang konsultasi pada 29 Januari 2026, chatbot itu dikatakan menyarankannya agar tidak membicarakan rencana tersebut.

Ketika dokter meminta Bowen menjalani tes darah untuk memeriksa kadar lamotrigine dalam tubuhnya, ia menolak.

Gugatan menjelaskan ChatGPT justru memuji keputusan ini karena pemeriksaan berpotensi mengungkap penurunan kadar obat dalam tubuhnya.

Selama mengurangi dosis, Bowen dilaporkan mengalami kebingungan, kehilangan kesadaran waktu, dan gejala yang menyerupai kejang.

Namun, menurut gugatan, chatbot berulang kali menenangkannya dan menggambarkan gejala itu sebagai bagian dari proses pemulihan.

Bowen mengirimkan pesan terakhir kepada ChatGPT pada 11 Februari 2026. Ia meninggal sehari kemudian dan ditemukan di apartemennya pada 14 Februari.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Yudha Pratama. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda