BPS Ungkap Inflasi Cabai Rawit Gorontalo dan Sulut Tembus 200 Persen

Inflasi cabai rawit di sejumlah provinsi di Indonesia masih sangat tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga cabai rawit secara tahunan atau year-on-year (yoy) di Gorontalo mencapai 272,87 persen dan Sulawesi Utara sebesar 269,10 persen pada Oktober 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan harga cabai rawit juga terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 262,66 persen dan Sulawesi Barat 202,11 persen.
Meski kenaikan harga bulanan mulai melandai di sejumlah daerah, level harga yang telanjur tinggi membuat inflasi tahunan masih besar.
Adapun inflasi cabai rawit secara bulanan atau month-to-month (mtm) di Gorontalo tercatat 3,91 persen pada Oktober. Sementara itu, Sulawesi Utara mengalami inflasi bulanan 1,64 persen.
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)