ANTARA Bacaan 1 menit

BNPB: OMC di Papua Selatan terkendala minimnya bibit awan

BNPB: OMC di Papua Selatan terkendala minimnya bibit awan
Tangkapan layar - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/11/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.

BNPB sampai hari ini secara akumulatif telah menyebarkan sebanyak 20.000 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) melalui pelaksanaan 20 sorti penerbangan modifikasi cuaca di Papua Selatan

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang menjadi upaya pemerintah mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Papua Selatan, terkendala minimnya bibit-bibit awan penghujan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa, mengatakan upaya modifikasi cuaca itu menjadi salah satu instrumen penting yang diandalkan untuk memperbesar potensi hujan di wilayah-wilayah prioritas yang rawan mengalami kebakaran lahan.

BNPB sampai hari ini secara akumulatif telah menyebarkan sebanyak 20.000 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) melalui pelaksanaan 20 sorti penerbangan modifikasi cuaca di Papua Selatan.

Lanjutkan membaca di ANTARA

Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh M. Riezko Bima Elko Prasetyo. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda