Berawal dari Toko Nyaris Bangkrut, Kini Berharta Rp 6,2 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383907/original/014568200_1793109612-e08092244f9166aa00a4016a6b0b008f.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka, pria yang dulunya kesulitan membeli sesuap makanan layak kini bertengger di jajaran konglomerat paling berpengaruh di Uni Emirat Arab (UEA). Perjalanan hidup Dhananjay Datar bagai kisah rekaan, berawal dari jeratan kemiskinan ekstrem di masa muda, pria asal Maharashtra, India, ini gigih meretas jalan hingga berhasil menaklukkan panggung bisnis internasional dan menyabet julukan legendaris, 'King of Spices'.
Dikutip dari Gulf News, Rabu (28/10/2026), masa kecil Datar dipenuhi keterbatasan keuangan yang berat. Keluarganya di India pernah berada di titik terendah hingga tak sanggup menyajikan hidangan layak di meja makan.
Titik balik nasibnya terjadi pada akhir 1980-an ketika ia nekat merantau ke Dubai. Langkah berani ini ia ambil demi membantu sang ayah yang sedang berjuang menyelamatkan toko kelontong kecil bernama Al Adil dari ancaman bangkrut.
Sebelumnya, sang Ayah, Mahadev Datar, sudah lebih dulu merantau dan tinggal di Dubai sejak tahun 1976. Awalnya ayah Datar bekerja sebagai buruh di pabrik pembuatan kompor gas. Setelah mengumpulkan tabungan selama beberapa tahun, sang ayah baru berani membuka toko kelontong kecil Al Adil di area Karama, Dubai, pada tahun 1984.
Tapi karena tidak punya pengalaman di bisnis ritel dan persaingan yang keras, toko itu malah sepi pembeli dan terlilit utang. Di titik kritis itulah, Dhananjay Datar (yang waktu itu masih tinggal di India) menyusul ke Dubai untuk menyelamatkan toko keluarga mereka dari kebangkrutan.
Di negeri rantau, Datar tak langsung menikmati kemudahan. Dilansir dari Emirates Indian, ia merintis langkah dari nol dengan bekerja belasan jam sehari. Tanpa mengeluh, Datar melakoni berbagai pekerjaan fisik yang berat, mulai dari menyapu lantai toko, menata barang di rak, hingga mengantar sendiri pesanan belanjaan menggunakan sepeda motor di tengah sengatan panas iklim Teluk.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)

