CNBC Indonesia Bacaan 3 menit

Bahlil Kaji Moratorium Smelter Berproduk Setengah Jadi, Ini Alasannya

Bahlil Kaji Moratorium Smelter Berproduk Setengah Jadi, Ini Alasannya
Foto: Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan sambutan dalam MINERBA CONVEX 2026. (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah mengkaji wacana moratorium atau pembatasan izin pembangunan fasilitas pemurnian dan pemrosesan (smelter) baru yang hanya menghasilkan produk setengah jadi.

Hal itu untuk mendorong industri dalam negeri menghasilkan produk akhir, sehingga memberikan nilai tambah yang utuh untuk Indonesia.

Bahlil mengungkapkan bahwa porsi proyek hilirisasi, termasuk nikel, di dalam negeri saat ini masih didominasi produk setengah jadi atau produk dengan olahan 50%-60% dari produk jadi. Bahlil mengaku dirinya sudah menginstruksikan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara untuk menghitung kelayakan kelanjutan izin smelter berproduk setengah jadi tersebut.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Firda Dwi Muliawati. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda