Liputan6 Bacaan 1 menit

Alasan Kebun Tebu Bioetanol Tak Bisa Asal Pakai Lahan Bekas Karhutla

Alasan Kebun Tebu Bioetanol Tak Bisa Asal Pakai Lahan Bekas Karhutla
Pohon-pohon yang terbakar terlihat saat api melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (AP Photo/Stefanus Taman)

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bioetanol, pemerintah kini memfokuskan pencarian pada lahan terdegradasi agar tidak menyita kawasan hutan alam yang tersisa. Dari total potensi 9,7 juta hektare lahan rusak yang ada, penyaringan ketat terus dilakukan.

"Nah ini yang sedang kita evaluasi. Kemarin kita minta dikeluarkan yang kurang dari 100 hektar karena kurang 100 ini kan tidak manageable. Nah ini angkanya masih relatif memadai dan kita akan mengarah penggunaan degraded land," tutur Hanif.

Ia menambahkan, analisis lokasi dilakukan secara mendalam dengan mengintegrasikan berbagai data agar penentuannya akurat. "Jadi jumlahnya hampir 9,7 juta hektar yang hari ini terus kita analisis, tapi penganalisisnya kan tidak sederhana. Kita perlu banyak sources untuk merumuskan lokasi dengan relatif detail," terangnya.

Lanjutkan membaca di Liputan6

Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arief Rahman Hakim. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda