CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Zuckerberg Lagi BU Parah, Putar Otak Cari Rp 1.770 Triliun

Zuckerberg Lagi BU Parah, Putar Otak Cari Rp 1.770 Triliun
Foto: CEO Meta Mark Zuckerberg mencoba kacamata pintar Meta dalam acara Meta Connect di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, pada 23 September 2026. (REUTERS/Carlos Barria)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perlombaan untuk mendominasi teknologi kecerdasan buatan (AI) kian sengit. Raksasa teknologi tak ragu menggelontorkan dana jumbo untuk berinvestasi pada pengembangan AI. Berbagai cara dilakukan, mulai dari PHK karyawan untuk efisiensi anggaran, hingga berutang ke bank.

Induk usaha Facebook, Meta Platforms, mengambil langkah agresif untuk mendanai proyek jumbo AI melalui penggalangan dana ekuitas terbesar sepanjang sejarah. Nilainya tak main-main, mencapai US$97,5 miliar atau setara Rp1.770 triliun.

Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan milik Mark Zuckerberg, Meta menaikkan target penawaran saham biasa dari yang sebelumnya US$22,5 miliar menjadi US$25 miliar, dengan harga pelaksanaan US$625 per lembar saham, dikutip dari Reuters, Selasa (27/10/2026).

Secara keseluruhan, Meta telah menerbitkan penawaran umum senilai US$35 miliar dalam bentuk saham biasa dan saham preferen. Tak berhenti di situ, Meta juga bersiap meluncurkan program penjualan saham di pasar (at-the-market share sale program) dengan mengincar dana segar hingga US$60 miliar.

Program penjualan saham skala besar tersebut bakal dieksekusi setelah saham Kelas C non-voting mulai diperdagangkan, yang ditargetkan pada kuartal I-2027.

Langkah Meta berburu modal ini pun langsung diserbu raksasa chip dunia. Nvidia, Advanced Micro Devices (AMD), dan Broadcom dilaporkan siap menyuntikkan dana hingga US$5 miliar untuk memborong saham Kelas A Meta.

Secara terpisah, Nvidia mengonfirmasi bakal menyetor US$ 3 miliar dalam penawaran ekuitas tersebut.

Masuknya modal dari raksasa penyedia chip ini mempertegas fenomena perputaran modal melingkar (circular flow of capital) di industri AI, di mana para pemasok komponen turut mendanai ekspansi calon pembeli utamanya. Meta memang tengah jorjoran membangun pusat data (data center) demi menempel ketat dominasi OpenAI dan Anthropic.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda