CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Setoran Pajak Minimum Global Kecil, Ini Alasan DJP Tetap Mau Pungut

Setoran Pajak Minimum Global Kecil, Ini Alasan DJP Tetap Mau Pungut
Foto: Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengatakan terdapat kritik dari ahli di Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund mengenai penerapan pajak minimum global atau global minimum tax (GMT).

Direktur Perpajakan Internasional Dwi Astuti mengatakan ahli dari IMF menyatakan kritik itu berupa penerimaan yang didapatkan negara dari kebijakan itu.

Menurut ahli dari IMF, ekspektasi penerimaan dari pajak minimum global terlalu dibesar-besarkan (overstated) dibandingkan dengan biaya administrasi yang harus dikeluarkan negara untuk implementasinya. Padahal, berdasarkan penelitian IMF, penerimaan pajak dari pajak minimum global tidak terlalu besar.

"IMF sudah melakukan penelitian dan mengatakan bahwa global minimum tax ini ternyata overstated. Nanti bisa dikaji penelitiannya. Katanya overstated dalam hal penerimaannya, karena ternyata tidak terlalu besar penerimaannya, tetapi beban administrasinya terlalu tinggi.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Dovana Hasiana. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda