Satelit NASA Jatuh di Langit Sumatra Utara

Jakarta, CNBC Indonesia - Berakhir sudah akhir kehidupan satelit teleskop Swift milik NASA. Satelit berusia 22 tahun dilaporkan terbakar di langit Sumatra Utara.
NASA melaporkan Swift masuk kembali ke atmosfer Bumi pada 7:39 EST (19:39 WIB) hari Rabu lalu, dikutip dari Live Science, Jumat (6/11/2026).
US Space Force mengonfirmasi bahwa satelit tersebut memasuki kembali atmosfer pada pukul 07.39 waktu setempat di Amerika Serikat (19.39 WIB). Menurut NASA, Swift jatuh dengan kecepatan sekitar 22 kali kecepatan suara ketika memasuki atmosfer di atas Sumatra Utara, 322 kilometer di utara garis khatulistiwa.
NASA memperkirakan kecil peluang puing satelit akan jatuh ke daerah penduduk. Tidak ada kerusakan maupun korban yang dilaporkan karena kejadian itu.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Novina Putri Bestari. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9391201/original/041465500_1793877993-IMG_7801.JPG)


