Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, JISDOR Tembus 18.130 per Dolar AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
Tekanan geopolitik terhadap pasar energi tidak hanya berasal dari Timur Tengah. Perkembangan konflik Rusia dan Ukraina juga menjadi perhatian pelaku pasar setelah Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia.
“Kekhawatiran mengenai pasokan juga meluas hingga ke luar Timur Tengah. Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Menurut analisis video Reuters, kilang Ryazan salah satu yang terbesar di Rusia tampaknya menjadi sasaran dalam serangan pesawat nirawak (drone) yang terjadi semalam,” ungkap Ibrahim.
Selain konflik bersenjata, dinamika politik Amerika Serikat turut menambah ketidakpastian. Pemilihan paruh waktu di negara tersebut disebut mengubah peta kekuatan politik di Kongres, setelah Partai Demokrat mengambil alih kendali kedua majelis dari Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391854/original/088794000_1793954097-DSC00082.jpg)

