Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.145

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah belum mampu bangkit pada awal perdagangan Selasa (3/11/2026). Mata uang Garuda kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan 0,03% ke posisi Rp18.145/US$. Pergerakan tersebut melanjutkan pelemahan pada Senin (2/11/2026), ketika rupiah ditutup turun 0,11% di level Rp18.140/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,05% ke posisi 101,799. DXY berbalik naik setelah ditutup melemah 0,13% pada perdagangan sebelumnya.
Rupiah belum mampu memanfaatkan sentimen positif dari penurunan harga minyak dunia pada pembukaan perdagangan. Penguatan tipis DXY pagi ini masih membatasi ruang gerak mata uang Garuda, meski dolar AS berada di sekitar level terendah dalam sebulan.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Elvan Widyatama. Hak cipta artikel milik penerbit.



