Rupiah Kembali Melemah, Konflik Iran-AS Masih Jadi Beban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi memberikan sentimen positif bagi rupiah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 surplus US$ 3,36 miliar. Nilai ekspor mencapai US$ 27,59 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 24,23 miliar.
Ibrahim menilai surplus perdagangan dapat memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. Namun, kondisi tersebut belum tentu langsung mendorong penguatan rupiah apabila tekanan dari dolar AS dan faktor eksternal masih tinggi.
“Surplus perdagangan sebesar 3,36 miliar menjadi sentimen positif bagi fundamental ekonomi Indonesia dan berpotensi mendukung rupiah. Namun, pasar tetap perlu mencermati kualitas pertumbuhan ekspor, perkembangan impor, serta arus modal asing. Sebab, surplus perdagangan yang kuat belum tentu secara langsung membuat rupiah menguat apabila tekanan dari dolar AS dan faktor eksternal masih tinggi,” ungkapnya.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4813938/original/075369100_1714122003-daniel-bernard-qjsmpf0aO48-unsplash.jpg)
