CNBC Indonesia Bacaan 2 menit

Ratusan Ahli Teriak Situasi Darurat, Korban Jiwa Berjatuhan

Ratusan Ahli Teriak Situasi Darurat, Korban Jiwa Berjatuhan
Foto: Gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah Eropa pada Minggu (21/6/2026), dengan suhu mendekati 40 celsius atau sekitar 104 fahrenheit. (REUTERS/Vincenzo Livieri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 146 pakar kesehatan iklim dari berbagai negara bersatu menyerukan agar perubahan iklim secara resmi dinyatakan sebagai kondisi darurat kesehatan global. Seruan itu muncul lantaran suhu bumi yang terus naik telah memakan korban jiwa dalam jumlah rekor dan merugikan perekonomian dunia.

Peringatan tersebut diserukan dalam laporan tahunan The Lancet Countdown 2026 menunjukkan dampak iklim bergerak jauh lebih cepat dibandingkan dengan upaya penanggulangannya.

Panas yang membelenggu belahan dunia ini bukan lagi sekadar cuaca yang terasa lebih hangat. Pada 2023, kematian terkait panas ekstrem mencapai 710.000 jiwa dan 71,5% di antaranya atau 507.000 jiwa disebabkan oleh perubahan iklim.

Lanjutkan membaca di CNBC Indonesia

Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Redaksi. Hak cipta artikel milik penerbit.

Berita lainnya untuk Anda