Produsen Siap Naikkan Harga Kebutuhan Pokok pada 2027
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352862/original/090002800_1611030657-beautiful-woman-with-shopping-list-buying-food-supermarket_342744-1125.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Raksasa produsen barang konsumsi dan makanan dunia, mulai dari Coca-Cola, Procter & Gamble (P&G), Nestle, hingga Reckitt memperingatkan adanya potensi kenaikan harga produk tahun depan. Langkah ini diambil untuk menutup pembengkakan biaya operasional, meski konsumen saat ini cenderung makin enggan membelanjakan uang untuk belanja bahan pokok.
Lonjakan biaya energi, bahan baku, dan pengiriman akibat perang AS dengan Iran memaksa para produsen deterjen, minuman ringan, hingga camilan ini memutar otak demi menjaga margin keuntungan perusahaan.
Tambahan kenaikan harga pada barang kebutuhan sehari-hari ini dikhawatirkan akan memperpanjang tekanan inflasi hingga tahun depan. Tingginya tagihan gas dan biaya belanja bulanan pun kini menjadi isu krusial menjelang pemilu sela (midterm elections) AS pekan depan.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384763/original/070551500_1793181619-taspen.jpg)


