Petaka AI Muncul di Mana-Mana, Microsoft Ungkap Solusinya

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak hanya dimanfaatkan oleh korporasi untuk mendongkrak produktivitas, tetapi juga telah menjadi senjata baru bagi para pelaku kejahatan siber. Para peretas (hacker) kini turut memanfaatkan kecanggihan AI untuk melancarkan serangan dan membobol benteng keamanan sistem perusahaan.
Director of Customer Success Microsoft Indonesia, Irving Hutagalung, menyatakan bahwa kondisi ini menuntut perusahaan untuk segera memperkuat dan mempercanggih sistem keamanan siber mereka. Pasalnya, teknologi AI yang digunakan oleh para peretas pada dasarnya juga tersedia bagi tim teknologi informasi (IT) untuk melindungi sistem internal perusahaan.
"Unfortunately, memang dengan adanya AI, pihak yang jahat juga punya tools yang sama.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Intan Rakhmayanti. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3934718/original/079031400_1644914126-014_family_galaxys22ultra_burgundy_galaxys22plus_phantomwhite_galaxys22_phantomblack-1440x960.jpg)
