Perolehan Suara Melonjak di Pemilu Israel, Partai Arab Diselidiki

Hasil pemilihan umum (Pemilu) Israel 27 Oktober lalu tak ada partai pemenang mayoritas.
Bahkan partai koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (Likud) juga tidak mencukupi untuk meraih posisi Perdana Menteri.
Blok Netanyahu hanya memperoleh 53 kursi sementara pesaingnya blok Eisenkot Raih Total 48 Kursi. Sementara partai-partai Arab meraih 19 kursi yang diperoleh oleh Joint List (Daftar Gabungan) 11 kursi dan Partai Ra'am 8 kursi. Ini adalah perolehan suara terbanyak dari partai-partai Arab sehingga membuat Netanyahu jengkel.
Namun, di tengah kondisi politik yang belum stabil, Ketua Komite Pemilihan Pusat Israel mengatakan pada Minggu (1/11) bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung terkait dugaan pendanaan asing dalam pemilu baru-baru ini di negara itu tidak akan mempertanyakan hasilnya, seraya mencatat bahwa sejauh ini "kecurigaan tetaplah kecurigaan."
Kutipan awal dari CNN Indonesia, ditulis oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia. Hak cipta artikel milik penerbit.



