Permintaan Emas Batangan di Indonesia Turun 25% Kuartal III 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
WGC menjelaskan, perlambatan permintaan emas batangan dan koin terjadi di tengah kondisi harga emas yang tinggi. Secara global, harga emas berdasarkan acuan LBMA Gold Price PM rata-rata mencapai US$ 4.262 per ons pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi harga tersebut membuat sebagian investor ritel lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian. Secara global, permintaan emas batangan dan koin tercatat 267,8 ton, turun 19 persen secara tahunan.
WGC menyebut investor cenderung menunggu arah pergerakan harga emas yang lebih jelas sebelum kembali menambah kepemilikan.
Di Indonesia, laporan WGC juga mencatat konsumen masih berhati-hati di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Hal ini turut memengaruhi perilaku pembelian emas, termasuk kecenderungan menyesuaikan jumlah pembelian.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Arthur Gideon. Hak cipta artikel milik penerbit.


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3176861/original/059460500_1594460731-080457900_1594372867-20200710-Kereta-Jarak-Jauh-1.jpg)
