Peran armada udara TNI AU dalam membantu penanganan karhutla

Jakarta (ANTARA) - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia pada 2026 membutuhkan pengerahan berbagai sumber daya, termasuk kekuatan udara TNI AU.
Kebakaran yang mulai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan sejak Mei 2026 terus berlanjut dan juga melanda Sumatera dalam beberapa bulan berikutnya. Enam wilayah yang mengalami karhutla cukup parah adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau.
Berbagai instansi pemerintah, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah, turut dikerahkan untuk menangani karhutla. Kementerian Kesehatan juga bergerak menangani masyarakat yang terdampak asap.
Namun, luasnya wilayah terdampak dan kondisi cuaca yang menyulitkan pemadaman membuat penanganan membutuhkan dukungan lebih besar serta koordinasi lintas instansi.
Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Walda Marison. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390150/original/028710600_1793784844-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_16.05.58.jpeg)

