Pemerintah Gelontorkan Rp 883,4 Miliar untuk Diskon Tiket Kereta Hingga Pesawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392685/original/091183900_1794114878-6305158294753973227.jpg)
Dradjad menepis anggapan bahwa naiknya anggaran stimulus ini dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat. Sebaliknya, ia menilai daya beli justru sangat kuat, hanya saja polanya bergeser. Masyarakat yang sebelumnya gemar belanja pakaian atau ke mal, kini lebih suka menghabiskan uang untuk wisata, menginap di hotel, dan transportasi.
"Diskon ini diberikan agar harga layanan di akhir tahun yang biasanya meroket bisa lebih terjangkau. Kalau masyarakat berbelanja dan bepergian, ekonomi kita otomatis tumbuh," terangnya.
Optimisme ini sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026 yang menembus 5,47%, jauh di atas rata-rata proyeksi pasar sebesar 5,2%. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kedua tertinggi di antara negara-negara G20 setelah India, mengalahkan China (4,5%), Korea Selatan (3,4%), Jerman (1,2%), hingga Jepang (0,7%).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Thurfah Mahira Ahnaf. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4148630/original/078263800_1662458744-Petronas-station.jpg)

