Pakar serukan perubahan iklim sebagai keadaan darurat kesehatan global

Sydney (ANTARA) - Laporan Lancet Countdown tentang Kesehatan dan Perubahan Iklim 2026 (2026 Report of the Lancet Countdown on Health and Climate Change) menemukan bahwa banyak risiko kesehatan terkait iklim meningkat lebih cepat pada dekade setelah Perjanjian Paris 2015 dibandingkan pada dekade sebelumnya, menurut sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (6/11) oleh Universitas Sydney.
800 kematian per tahun antara 2016 dan 2023, di mana perubahan iklim diperkirakan menjadi penyebab sekitar 68 persen dari jumlah kematian tersebut, menurut laporan itu, yang disusun oleh 146 peneliti dari 71 institusi, termasuk tujuh peneliti dari Universitas Sydney. 000 kematian secara global, dengan lebih dari 70 persen di antaranya dikaitkan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia, papar laporan tersebut, yang dipimpin oleh University College London dalam kolaborasi strategis dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 094).
Kutipan awal dari ANTARA, ditulis oleh Xinhua. Hak cipta artikel milik penerbit.



