Ogah Harga Nikel RI Dijual Murah, Siap-Siap Bahlil Tekan Produksi!

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan rencana pengetatan produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Hal ini sebagai upaya untuk mengangkat harga nikel di pasar dunia
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, harga nikel saat ini sudah turun ke kisaran US$15.800 per ton, di bawah level US$16.000 per ton. Turunnya harga itu, disebabkan banjirnya pasokan nikel di pasar.
"Kenapa terjadi harga yang buruk? Karena produksi kita," kata Bahlil, dikutip Kamis (5/11/2026).
Menurut Bahlil, total kebutuhan nikel dunia hanya sekitar 3,5 juta ton per tahun, sementara saat ini terjadi kelebihan pasokan hampir 800 ribu ton. "Bagaimana mungkin bisa harganya bagus?" ujarnya.
Kutipan awal dari CNBC Indonesia, ditulis oleh Firda Dwi Muliawati. Hak cipta artikel milik penerbit.



