Neraca Perdagangan Indonesia Surplus Rp 192,5 Triliun hingga September 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617285/original/012275200_1635503742-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-3.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus US$ 10,61 miliar atau Rp 192,5 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.140) sepanjang Januari-September 2026. Surplus tersebut berasal dari kinerja perdagangan nonmigas yang mencatat kelebihan US$ 34,21 miliar atau Rp 620,72 triliun, meskipun perdagangan migas mengalami defisit US$ 23,60 miliar atau Rp 428,21triliun.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 juga mencatat surplus sebesar US$ 3,36 miliar atau Rp 60,9 triliun.
“Pada September 2026 neraca perdagangan barang mengalami surplus sebesar US$ 3,36 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Senin (2/11/2026).
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Immanuel Christian. Hak cipta artikel milik penerbit.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493389/original/065219100_1770208627-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248275/original/011028300_1749574545-IMG-20250610-WA0038.jpg)
