Negara ASEAN Ini Turunkan Tarif Listrik dan Hapus Pajak Bensin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
Berbeda dengan Vietnam, Jepang akan mengurangi subsidi bensin dan bahan bakar lainnya secara bertahap mulai Desember 2026. Langkah ini diambil Jepang di tengah meningkatnya kekhawatiran keuangan terkait kebijakan yang memakan biaya besar itu, yang sebelumnya dirancang untuk meredam lonjakan harga.
Mengutip Mainichi, Sabtu (31/10/2026), Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan kepada wartawan di Tokyo kalau pemerintah akan memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan gas pada musim dingin ini, seperti yang dilakukan tahun lalu. Hal itu diperkirakan menghemat pengeluran rumah tangga rata-rata 7.000 yen atau US$ 44 selama tiga bulan terhitung mulai Desember. Nilai itu sekitar Rp 797.830.
Keputusan ini muncul setelah partai penguasa maupun partai oposisi mengusulkan agar pemerintah meninjau kembali program subsidi bensin secara bertahap dan mempertimbangkan 'strategi keluar' (exit strategy), mengingat beban finansial yang ditimbulkannya bagi Jepang negara…
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Idris Rusadi Putra. Hak cipta artikel milik penerbit.



