Meta Ungkap Cara Jaga Privasi Pengguna Kacamata AI
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9389357/original/079601300_1793708795-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_19.18.48.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Meta menjelaskan upayanya menjaga privasi pengguna dan orang-orang di sekitar melalui kacamata pintar berbasis artificial intelligence (AI).
Salah satu caranya adalah menyematkan lampu indikator yang terintegrasi dengan kamera.
"Gak ada yang namanya orang mau difoto tanpa diberitahu," kata Country Director Indonesia Meta, Pieter Lydian, Selasa (3/11/2026) di Jakarta.
Pieter menjelaskan, lampu indikator dirancang untuk memberi tanda kepada orang sekitar ketika kamera kacamata sedang digunakan. Dengan begitu, aktivitas pengambilan gambar memiliki penanda visual yang bisa diketahui orang lain.
Ia mengatakan lampu dan kamera dibuat sebagai satu kesatuan. Komponen ini tidak dapat ditutup atau dirusak begitu saja karena akan memengaruhi fungsi kamera.
Kutipan awal dari Liputan6, ditulis oleh Muhammad Yudha Pratama. Hak cipta artikel milik penerbit.



:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4359214/original/054844800_1678866542-20230310_171738.jpg)